Ketika Semua Telah Berubah
( Karya
:Mira Industri )
Aku
memandangi kamar ini untuk kesekian kalinya, yang tergambar dalam benakku
sangatlah jelas dan tidak berubah. Aku teringat kenangan-kenangan lama
bersamanya, kenangan yang tak akan aku lupakan begitu saja. Aku teringat
bagaimana ia selalu ada di sampingku saat senang maupun susah, karena iya
selalu mengerti bagaimana membuat ku tersenyum.
Aku
seperti di hantam sesuatu. Aku tahu, ini menyakitkan. Jika mengingat kenangan
dulu menetes air mata yang tak terbendung lagi. Aisyah dan Raniah adalah sahabat
ku semenjak aku kuliah di bumi ber-Azam
ini. Aisyah adalah teman sekolah ku ketika di Smp dulu, sedangkan Raniah
adalah teman ku ketika sekolah di Madrasah Aliyah. Kami bertiga berasal dari
SMA yang sama sehingga setelah lulus SMA guru dan juga wali kelas kami mendaftarkan
kami bertiga di Universitas yang sama juga.
“mir
kapan berangkat?” tanya raniah mengirimkan pesan singkat dari massanger.
“
belum tau nih ran, kamu sendiri kapan?” tanya ku kepada raniah
“aku
belum tau juga mir, tapi kita kan mulai ospek tanggal 26 agustus. Rencana aku
gimana kalau kita berangkat sebelum tanggal itu supaya gak terburu-buru.” Saran
raniah dari balik layar hp.
“
bagus juga ide mu ran… gimana kalau kita berangkat tanggal 20 aja? Kebetulan
tanggal segitukan ada kapal roro” ujar ku dengan meminta pendapat dari raniah.
“
wah bener juga tuh mir, sekalian irit ongkos, hehehe…” kata raniah.
“
ya udah kamu kasi tahu yang lain mereka mau ikut berangkat tanggal segitu juga
tidak?” balas ku kepada raniah
“
siip mir”.
Keesokan
harinya kami janjian untuk ketemu di pelabuhan roro. Masing-masing diantar
dengan orang tua dan kerabat dekat dengan bawaan yang begitu banyak, tak
terkurang dengan ku satu koper besar dan 2 bag besar yang harus kujinjing.
Dengan pelepasan dan pesan dari orang tua berangkat lah kami berdelapan ke
tempat rantau dengan niat melanjutkan pendidikan di negeri seberang. Aku,
raniah, aisyah,fara,ani,rebi,putri ja’far,dan satu lagi dari sekolah tetangga
bernama prita.
“
pertualangan di mulai dari kapal roro….” Sahut putri ja’far dengan riangnya.
“
yeeyyy…” sahut anak-anak lainnya.
“
perjuangan yang keras ya kawan, semoga kita berhasil dan pulang dengan
membanggakan orang tua.” Ujar aisyah dengan mengelap muka.
“amin..”
ucap ku dan teman-teman secara serentak.
Tidak
terasa sudah tengah hari, berarti sudah hampir 3 jam kami di atas kapal ini.
Tiba-tiba aisyah datang menghampiri untuk zuhur berjamaah.
“
raniah, fara, mita, udah jam setengah satu sholat zuhur yuk, setelah itu kita
makan siang sama-sama” ajak aisyah.
“
oug iyy lupe dah zuhur” kata putri ja’far
(menuju
mushola kapal berpassan dengan ani dan prita yang lagi nonton)
“
mau kemana kalian?” tanya ani
“
mau kemushola belakang ni. Mau ikut? Yok lah” ajak fara sama ani
“
oug duluan lah ra, nanti ani nyusul” jawab ani dengan senyum.
Fara
pun berlalu begitu saja
Jarum
jam menunjukan waktu 19.00 wib. Dengan gelisah rebi dan putri ja’far melihat
jam tangan yang iya gunakan.
“
dah jam segini belom juge sampai-sampai. Mati ah…” kata putri ja’far dengan
ekspresi muka yang cemberut.
“
ntah, macam nak aku sondol kapal nhe,,, lambat na gerak dy. Macam sipot” kata
rebi dengan bibir manyun.
“
sabar kawan-kawan, tadi kami tanye same orang kapal, kata nya sekitar 2 jam
lagi sampai ke pinang” jawab aisyah dengan menenangkan yang lainnya.
“
Mak eehh, lamenye??” celetuk ani dari belakang.
“
fara dah sms ahmadi blom? Nanti takut bg ahmadi nunggu lama” kata raniah
menggegerkan lamunan fara.
“
iya sudah fara sms tadi” jawab fara dengan tenang.
Kami
sampai di pinang pukul 21.15. berarti 10 jam perjalanan dari tg.balai-tg.pinang.
semua muka pada kusut karena kelelahan. Malam ini kami nginap dirumah ahmadi,
besok nya aku, aisyah, dan raniah baru berangkat pergi ke Asrama Putri
Selendang Delima. Dan di situ perjalanan kisah kami dimulai.
Tak
terasa sudah hampir dua tahun kami berada di tg.pinang untuk menuntut ilmu. Kami
bertiga sekarang sudah semester 4 di fakultas yang sama namun jurusan yang
berbeda. Aku di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Aisyah di prodi
Pendidikan Biologi, dan raniah di prodi Matematika.
Semoga
kami bisa menyelesaikan pendidikan dengan tepat waktu, bahkan lebih cepat dari
waktu yang telah di tentukan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar