Dosen ku, Inspirasi ku
(karya: Mira Industri)
20
agustus 2014 merupakan tanggal yang tak mungkin dapat aku lupakan dalam hidup
ku. Di mana aku mulai menjadi Mahasiswa baru di universitas tempat aku menuntut
ilmu sekarang, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang di singkat menjadi UMRAH. Ya di kampus itu lah aku dan
sahabat-sahabat ku berjuang di tanah rantau untuk menuntut ilmu, seperti kata
pepatah “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri cina”.
Tak
terasa sudah hampir dua tahun kami di Tanjungpinang negeri ber-Azam ini,
sekarang aku menduduki semester 4. Banyak sekali pengalaman yang aku dapat dari
awal masuk kuliah sampai sekarang, dari pengalaman sedih, bahagia, suka duka
telah aku alami. Padahal aku baru semester Empat, gimana semester atas fikirku.
Selain
dapat teman-teman baru, aku juga mempunyai banyak kenalan dosen dari semester
satu sampai sekarang, bermacam-macam jenis dan model dosen. Ada dosen yang baik
hati, murah senyum, sombong, pemarah, dan killer. Suka-suka hati dosen mau
masuk atau tidak, namun ada juga dosen yang peduli dan baik sama mahasiswanya.
Di
semester Empat ini aku lebih semangat karena perjuangan yang ku lalui sudah
lumayan jauh. Semester ini aku mengambil mata kuliah Retorika dengan dosen
pengampu pak Said Barakbah Ali, beliau merupakan dosen yang amat aku senangi.
Mengapa? karena setiap belajar beliau selalu saja melakukan lelucon yang
membuat kami tidak bosan ketika di kelas.
Mata
kuliah Perencanaan Pengajaran B.I di ajar oleh ibu Indah PujiAstuti, dosen yang
gemar memakai celana ini merupakan dosen yang simpel, namun berwibawa. Beliau
dosen yang baik namun tegas, itu yang aku sukai dari beliau. Mata kuliah
berikutnya Sintaksis, dengan dosen pengampu bapak Drs.Suhardi. beliau adalah
salah satu dosen yang murah senyum di kelas, selama belajar bersama beliau, ia
tidak pernah marah. Beliau selalu berkata “ Untuk apa marah, tidak ada gunanya.
Toh gaji saya juga tetap saja segitu tidak berubah jika saya marah”. Ucapan
yang selalu terngiang-ngiang di telinga saya.
Selanjutnya
Dosen ganteng yang mengajar Pengantar
Ilmu dan Teknologi Maritim, Pak Jumsu Rizal. Beliau bukan dosen Fkip tetapi
dosen kelautan, dosen yang satu ini sedikit unik, Setiap beliau ngajar ia pasti
selalu duduk di atas meja. Memang untuk dosen itu kurang sopan sebagai contoh
seorang pendidik, namun iya bukan dosen tetap dan itu merupakan kebiasaannya,
kami tidak bisa membantah yang penting kami dapat ilmu dari beliau.
Mata
kuliah Sanggar Bahasa dan Sastra di bimbing oleh ibu Titik Dwi Ramthi. Dosen
yang lemah lembut serta berkaca mata ini merupakan dosen yang sangat mengerti
akan yang namanya mahasiswa, beliau selalu mengajar dengan cara beliau sendiri.
Beliau selalu menyebut mahasiswa cewek dengan panggilan kakak, sedangkan
mahasiswa cowok dengan sebutan abang. Beliau salah satu dosen yang gemar
memberikan tugas, tiada hari tanpa tugas.
Banyak
dosen-dosen yang mengajar di kelas yang tak dapat ku sebut satu persatu. Kadang
aku jengkel kepada dosen yang memperlakukan mahasiswanya di luar kewajarannya,
padahal mahasiswa itu manusia biasa. Bukankah mereka sudah merasakannya atau
mereka ingin kami seperti apa yang mereka rasakan. Yang aku tidak habis fikir
di semester 3 satu mata kuliahaku ada mendapat nilai yang tidak aku harapkan, bayangkan diantara nilai yang lain nilai itu yang tidak enak di pandang mata, karena aku
lambat mengantar tugas. Tugas yang aku kerjakan mati-matian tertinggal, dan
softcopy di flashdis tidak dapat di buka karena bervirus.
Aku meminta teman ku yang di rumah untuk
membawanya ke kampus, dalam waktu satu jam temanku sampai di kampus. sampai di
kampus tugas itu tidak di terima oleh dosen tersebut. Marah, kesal, gondok,
pengen aku banting tugas itu ke arahnya. Namun, tak mungkin aku lakukan itu
semua. Itu adalah tugas yang wajib di kerjakan, aku fikir itu hal yang sepele
namun ber akibat fatal. Ya itu aku jadikan pelajaran buat kedepannya agar aku
tidak lalai dan teledor akan tugas.
Aku
tetap berterima kasih kepada beliau karena beliau lah aku jadi lebih teliti
dengan tugas. Aku percaya tidak mungkin ada dosen yang ingin menjerumuskan
siswanya, mereka pasti ingin mahasiswa nya berhasil dengan caranya
masing-masing. Dia adalah dosenku, dia adalah inspirasiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar